di tiap saat kehadiranmu
kutemukan serpihan hati
yang kusendiri tak sadar kan keberadaannya
keindahan yang terlukis di parasmu
tumbuhkan rasa yang keberadaannya sangat pudar
maafkan aku yang lancang memupuk rasa itu
andai saja bisa kutumpas rasa itu
mungkin segera kulakukan
kaulah sesejuk udara pagi
yang jika aku melupakanmu akan membuatku mati
akupun takkan sanggup mencintaimu
jika tiada kau buka pintu hatimu